Proses Tinjauan Rekan Sejawat
Jurnal Fajar Nusantara menerapkan proses peer review tertutup (double-blind review), di mana identitas penulis dan reviewer dirahasiakan selama proses peninjauan untuk menjaga objektivitas dan integritas ilmiah.
Tahapan Peer Review:
1. Pemeriksaan Awal oleh Editor
-
Naskah diperiksa kesesuaian awal terhadap fokus dan ruang lingkup jurnal, serta kelengkapan dokumen pendukung.
-
Editor dapat menolak naskah pada tahap ini jika tidak relevan atau tidak memenuhi standar minimal penulisan ilmiah.
2. Penunjukan Mitra Bestari (Reviewer)
-
Naskah yang lolos pemeriksaan awal akan dikirim kepada dua orang mitra bestari yang ahli di bidang terkait.
-
Mitra bestari dipilih berdasarkan kepakaran, rekam jejak publikasi, dan afiliasi institusi.
3. Penilaian oleh Reviewer
Mitra bestari akan mengevaluasi aspek:
-
Orisinalitas dan kontribusi ilmiah
-
Metodologi penelitian
-
Analisis data dan kejelasan hasil
-
Kesesuaian dengan literatur terbaru
-
Struktur penulisan dan penggunaan bahasa
Reviewer akan memberikan salah satu dari empat rekomendasi:
-
Diterima tanpa revisi
-
Diterima dengan revisi minor
-
Diterima dengan revisi mayor
-
Ditolak
4. Keputusan Editor
-
Editor akan mempertimbangkan masukan dari reviewer dan membuat keputusan akhir.
-
Jika diperlukan, naskah dapat dikirim kembali kepada reviewer untuk evaluasi lanjutan setelah revisi.
5. Revisi oleh Penulis
-
Penulis diberikan waktu tertentu (biasanya 2–4 minggu) untuk melakukan revisi sesuai komentar reviewer.
-
Revisi harus disertai dengan surat tanggapan (response to reviewers).
6. Keputusan Akhir
-
Setelah proses revisi, editor memberikan keputusan akhir: diterima untuk publikasi atau ditolak.
-
Naskah yang diterima akan masuk ke tahap penyuntingan akhir dan publikasi.
Kebijakan Tambahan:
-
Jurnal Fajar Nusantara menekankan objektivitas, transparansi, dan kerahasiaan selama proses review.
-
Mitra bestari tidak boleh memiliki konflik kepentingan dengan penulis atau institusinya.
-
Penulis berhak mengusulkan atau menolak reviewer tertentu dengan alasan yang jelas (misalnya konflik kepentingan).